Shalat I'tikaf

Keutamaan I’tikaf

I’tikaf merupakan ibadah sunnah yang memiliki beberapa keutamaan sebagai berikut:

1.  Sunnah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam

Dalam hadits dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anh:

أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَعْتَكِفُ العَشْرَ اْلأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ الله تَعَالَى، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِه

Sesungguhnya Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam telah melakukan i’tikaf di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan hingga Allah Subhanahu wa Ta’ala mewafatkan beliau, kemudian istri-istri beliau pun melakukan i’tikaf sepeninggal beliau (HR Al Bukhari, Muslim, Abu Dawud, An Nasa’i, dan Ahmad)

2. Sarana Meraih Lailatul Qadar

Dalam hadits dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anh:

كَانَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم يُجَاوِرُ فِي الْعَشْرِ اْلأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ، وَيَقَوْلُ: تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ اْلأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan bersabda, “Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan.” (HR Al Bukhari, Muslim, dan Ahmad)

3. Dijauhkan dari Api Neraka

عن ابن عباس رضى الله عنهما “ومن اعتكف يوما ابتغاء وجه الله جعل الله بينه وبين النار ثلاتة خنادق) كل خندق أبعد مما بين الخافقين . رواه الطبرانى والبيهقى والحاكم وصححه

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anh: “Barang siapa beri’tikaf satu hari karena mengharap keridhaan Allah, Allah akan menjadikan jarak antara dirinya dan api neraka sejauh tiga parit, setiap parit sejauh jarak timur dan barat.” (HR Thabrani, Baihaqi dan dishahihkan oleh Imam Hakim) 

4. Menunggu Waktu Shalat Dianggap Shalat

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ’Anhu,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لاَ يَزَالُ الْعَبْدُ فِي صَلاَةٍ مَا كَانَ فِي مُصَلاَهُ يَنْتَظِرُ الصَّلاَةَ وَتَقُوْلُ الْمَلاَئِكَةُ اَللّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اَللّهُمَّ ارْحَمْهُ حَتَّى يَنْصَرِفَ أَوْ يُحْدِثَ قُلْتُ مَا يُحْدِثُ قَالَ يَفْسُوْ أَوْ يَضْرِطُ

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Seorang hamba masih dihitung dalam shalat selama ia berada di tempat shalatnya untuk menunggu shalat dan malaikat akan mendoakannya: ‘Ya Allah, ampunilah dia, Ya Allah, rahmatilah dia,’ hingga ia beranjak atau berhadats.” Aku bertanya; “Apa yang dimaksud berhadats?” Jawabnya: “Kentut.” (HR Muslim)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s