Waktu Minimal I'tikaf Ramadhan

Batas Waktu Minimal I’tikaf yang Sah

Ustadz Ahmad Sarwat dalam Seri Fiqih dan Kehidupan mengatakan, “Pada hakikatnya ritual i’tikaf itu tidak lain adalah shalat di dalam masjid, baik shalat secara hakiki maupun secara hukum. Yang dimaksud shalat secara hakiki adalah shalat fardhu lima waktu dan juga shalat-shalat sunnah lainnya.

Sedangkan yang dimaksud dengan shalat secara hukum adalah menunggu datangnya waktu shalat di dalam masjid. Orang yang beri’tikaf itu punya misi yaitu berupaya menyamakan dirinya layaknya malaikat yang tidak bermaksiat kepada Allah, mengerjakan semua perintah Allah, bertasbih siang malam tanpa henti.

I’tikaf adalah ibadah dengan cara menyerahkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan cara memenjarakan diri di dalam masjid, dan menyibukkan diri dengan berbagai bentuk ibadah yang layak dilakukan di dalamnya.”

Di dalam kitab Al Mughni dijelaskan pengertian i’tikaf secara istilah, yaitu, “Berdiam di dalam masjid dengan tata cara tertentu dan disertai niat.”

Tentang batas waktu maksimal i’tikaf, ulama sepakat bahwa tidak dibatasi waktu tertentu. Sedangkan mengenai batas waktu minimal, terdapat peselisihan pendapat yang banyak.

Dalam hal ini ada beberapa pendapat.

1. Batas Waktu Minimal I’tikaf adalah 10 Hari

Hal ini merupakan pendapat Imam Malik, berdasarkan hadits dari Aisyah, yang mengatakan:

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يعتكف العشر الأواخر حتى توفاه الله، ثم اعتكف أزواجه من بعده

“Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam melakukan i’tikaf di sepuluh hari terakhir, sampai beliau diwafatkan oleh Allah. Kemudian para istri beliau beri’tikaf sepeninggal beliau.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Batas Waktu Minimal I’tikaf adalah Sehari Semalam

Abdullah bin Umar  mengatakan:

لا اعتكاف أقل من يوم وليلة

“Tidak ada i’tikaf yang kurang dari sehari semalam.” (Disebutkan Syaikhul Islam dalam Syarhul Umdah, 2:760 dan beliau nyatakatan sebagai riwayat Ishaq bin Rahawaih)

3. Batas Waktu Minimal I’tikaf adalah Setengah Hari

Pendapat ini merupakan pendapat yang menyatakan bahwa syarat sah i’tikaf adalah harus berpuasa, karena puasa hanya sah jika telah melewati satu siang hari. Yang berpendapat demikian adalah Abu Hanifah, sebagian ulama Malikiyah, dan sebagian ulama Syafi’iyah.

Dari Aisyah, beliau berkata:

لا اعتكاف إلا بصوم

“Tidak ada i’tikaf kecuali dengan puasa.” (HR. Ad Daruquthni dan Baihaqi)

4. Batas Waktu I’tikaf adalah Sesaat Saja

Ini merupakan pendapat mayoritas ulama.

dari Ya’la bin Umayyah radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan:

إني لأمكث في المسجد الساعة، وما أمكث إلا لأعتكف

“Saya berdiam beberapa saat di masjid, dan tidaklah aku berdiam kecuali untuk i’tikaf.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dan Abdurrazaq dalam Al Mushannaf)

Imam Nawawi dalam Majmu’ berkata, “Waktu minimal itikaf sebagaimana dipilih oleh jumhur ulama cukup disyaratkan berdiam sesaat di masjid. Berdiam di sini boleh jadi waktu yang lama dan boleh jadi singkat hingga beberapa saat atau hanya sekejap hadir.”

Pendapat yang Rajih

Pendapat yang rajih dalam batas waktu i’tikaf adalah sesaat saja. Jika seseorang berada di masjid dalam jangka waktu sesaat dengan niat i’tikaf dan rukun-rukun yang lain, maka i’tikafnya tersebut telah sah.

Dalam Al Muhalla, Ibnu Hazm menjelaskan, “Jika ada yang beralasan bahwa Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah beri’tikaf kurang dari sepuluh hari. Ibnu Hazm menjawab, “Iya betul. Namun Rasul -shallallahu ‘alaihi wa sallam- tidak melarang jika kita melakukan i’tikaf kurang dari itu. Sebagaimana Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah beri’tikaf di selain masjid Nabawi. Seharusnya di selain masjid Nabawi tidak diperkenankan untuk i’tikaf. Rasul pun tidaklah pernah i’tikaf selain Ramadhan dan Syawal. Seharusnya selain dua bulan tersebut dilarang pula beri’tikaf. i’tikaf adalah suatu amalan kebajikan maka janganlah dilarang kecuali dengan nash (dalil) yang tegas yang menunjukkan larangan.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s