Anjing Lucu

Larangan Memelihara Anjing

Bagaimanakah hukum memelihara anjing bagi umat Islam? Berikut ini akan kami jelaskan dalil-dalil mengenai hukum memelihara anjing tersebut.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Salam, beliau bersabda,

مَنِ اتَّخَذَ كَلْبًا إِلاَّ كَلْبَ مَاشِيَةٍ أَوْ صَيْدٍ أَوْ زَرْعٍ انْتَقَصَ مِنْ أَجْرِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطٌ

Barangsiapa memanfaatkan anjing selain anjing untuk menjaga hewan ternak, anjing (pintar) untuk berburu, atau anjing yang disuruh menjaga tanaman, maka setiap hari pahalanya akan berkurang sebesar satu qirath.” (HR. Muslim no. 1575).

Dalam hadits lain yang serupa, diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda,

مَنِ اقْتَنَى كَلْبًا لَيْسَ بِكَلْبِ مَاشِيَةٍ أَوْ ضَارِيَةٍ ، نَقَصَ كُلَّ يَوْمٍ مِنْ عَمَلِهِ قِيرَاطَانِ

Barangsiapa memanfaatkan anjing, bukan untuk maksud menjaga hewan ternak atau bukan maksud dilatih sebagai anjing untuk berburu, maka setiap hari pahala amalannya berkurang sebesar dua qirath.” (HR. Bukhari no. 5480 dan Muslim no. 1574)

Satu qirath berukuran sebesar gunung Uhud.

Berdasarkan dalil tersebut, disebutkan dalam Ensiklopedi Fiqih Kuwait bahwa para ulama sepakat bahwa tidak boleh memanfaatkan anjing kecuali untuk maksud  tertentu yang ada kebutuhan di dalamnya seperti sebagai anjing buruan dan anjing penjaga serta maksud lainnya yang tidak dilarang oleh Islam.

Ulama Malikiyah berpendapat bahwa terlarang (makruh) memanfaatkan anjing selain untuk menjaga tananaman, hewan ternak, atau sebagai anjing buruan. Sebagian ulama Malikiyah ada yang menilai bolehnya memelihara anjing untuk selain maksud tadi.

Dengan demikian, seseorang yang memelihara anjing sebagai hewan peliharaan atau hobi  maka ia akan kehilangan pahalanya setiap hari.

Tidak hanya itu, di dalam kitab Halal dan Haram, Syaikh Yusuf Al Qardhawi menyebutkan bahwa ada beberapa orang yang berlebih-lebihan dalam memberikan makan anjingnya, sedang kepada manusia mereka sangat pelit. Ada pula yang kita saksikan orang-orang yang tidak cukup membiayai anjingnya itu dengan hartanya untuk melatih anjing, bahkan seluruh hatinya dicurahkan kepada anjing itu, sedang dia acuh tak acuh terhadap kerabatnya dan melupakan tetangga dan saudaranya.

Di dalam buku yang sama, disebutkan perspektif modern bahwa memelihara anjing  merupakan salah satu wasilah penyebaran berbagai penyakit yang disebabkan oleh cacing dan bakteri dari tubuh anjing yang dipelihara.

Selain itu, air liur anjing merupakan salah satu jenis najis berat yang akan menyusahkan pemiliknya dalam menjalankan berbagai ibadah yang diperintahkan Allah.

5 thoughts on “Larangan Memelihara Anjing

  1. Mengapa orang takut akan kehilangan pahala daripada kehilangan Allah? Apakah pahala itu lebih tinggi dari pada Allah? Berfikirlah, bahwa Anjing dan manusia itu sama-sama ciptaan Allah. Menolong keduanya sama artinya menyelamatkan ciptaan Allah, jangan berfikir menolong makhluk Allah hanya untuk memperoleh pahala dari Allah, itu tidak ikhlas namanya.

  2. maaf kl liat dalil yg tadi, tidak menjadi hukum memelihara anjing menjadi haram karena hanya di terangan berkurang pahalanya,adapun dalil yg secara tegas mengharamkan memelihara anjing apakah ada akhi?

    1. Dalam ilmu ushul fiqih, pernyataan “berkurang pahala” bisa dipahami menjadi 2 hukum, yang pertama adalah haram dan yang kedua adalah makruh.

      Dalam hal ini pernyataan tersebut cukup sebagai dalil larangan memelihara anjing tanpa tujuan-tujuan yang ditetapkan oleh hadits tersebut. Dimana tujuan-tujuan itu adalah sebagai pembatas kebolehan memelihara anjing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s