Hari Jum'at

Mush’ab bin Umair, Orang Yang Pertama Kali Melakukan Shalat Jum’at

Dinukil dari Fiqih Islami wa Adillatuhu, disebutkan bahwa shalat Jum’ah sudah diwajibkan ketika Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam berada di Makkah, sebelum terjadi Hijrah. Seperti yang diriwayatkan oleh Daruquthni dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anh:

“Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam diizinkan untuk melaksanakan Shalat Jum’at sebelum melaksanakan Hijrah. Akan tetapi, kaum Muslimin tidak bisa berkumpul di Makkah, maka Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam menulis surat kepada Mush’ab bin Umair yang berada di Madinah: ‘Amma ba’du, perhatikanlah pada hari ketika orang-orang Yahudi mengumumkan untuk membaca kitab Zabur di hari Sabath-nya! Kumpulkanlah wanita-wanita dan anak-anak kalian! Jika siang telah condong separuhnya, di tengah siang hari Jum’at, mendekatlah kepada Allah dengan dua raka’at.’”

Orang perlama yang melakukan shalat Jum’at adalah Mush’ab bin Umair, hingga Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam datang ke Madinah, lalu beliau pun melakukan shalat Jum’at tepat ketika tergelincirnya matahari pada waktu Zuhur. Sementara As’ad bin Zararah adalah orang yang mengumpulkan penduduk Madinah dan Mush’ab mentyambut mereka. Mush’ab yang mengimami shalat mereka, membacakan dan mengajarkan Islam kepada mereka, membacakan Al Quran, dan mengajarkan Islam kepada mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s