Cinta Hati Love

Jodoh Dunia, Jodoh Akhirat

Isteriku, ada kisah nyata yang dikisahkan oleh Dr. Abdur Razaq, seorang alumnus jihad Afghanistan dan Moro. Saat ini, beliau yang merupakan dosen Ushul Fiqh di Ma’had Dini Qurthubah Quwait. Ia adalah salah satu orang yang dicari oleh agen KGB Uni Soviet sejak berperang di Afghanistan. Walaupun begitu, tak nampak kesangaran seorang teroris dari dirinya. Ia nampak sangat bersahaja dan lembut dengan sorot mata yang teduh.

Kisah yang diceritakannya ini tentang seorang anak muda yang menjadi ketua kelompok geng di Kairo. Sebagai seorang anggota geng, ia dan anak buahnya biasa melakukan berbagai tindak kejahatan. Mulai dari minum khamr sampai mabuk, menjual narkoba, mencuri, menyiksa orang lain, dan bahkan memperkosa para gadis.

Suatu kali, ia dan kelompoknya merencanakan untuk memperkosa seorang muslimah yang biasa melintas di jalanan, dimana ia dan teman-temannya nongkrong. Muslimah ini adalah mahasiswi Universitas Al Azhar Kairo.

Mereka pun melaksanakan rencana busuk itu dan membekap sang muslimah saat ia melintas di jalan yang biasa dilaluinya. Pemuda-pemuda yang sedang dimabuk birahi syahwat ini berusaha memenuhi tuntutan nafsu bejatnya. Sebagai ketua geng, ia mendapat giliran pertama. Tentu saja sang muslimah ini berusaha memberontak sejadi-jadinya. Namun, ia tak mampu melawan kekuatan para anggota geng itu.

Si pemuda ketua geng mendekap sang muslimah untuk memperkosanya. Namun, saat itu ia menyaksikan sang muslimah meneteskan air mata dan dengan penuh harap berkata kepadanya.

“Apakah kamu tidak takut kepada Allah Yang Maha Melihat dan Maha Kuasa?”

Sang pemuda mematung mendengar kata-kata sang muslimah. Seakan disambar petir di siang bolong, mulutnya terkunci, tubuhnya kaku, dan wajahnya pucat pasi. Ia merasakan gemetaran yang sangat dan persendiannya lemas. Seketika itu juga, ia melepaskan muslimah dari dekapannya.

“Maafkan kami, pergilah kamu,” katanya gemetar.

Maka sang muslimah pun segera berlari pergi dan meninggalkan sang pemuda dan teman-temannya yang kebingungan.

Semenjak itu, sang pemuda menjadi gelisah selama berhari-hari karena kejadian itu. Wajah sang muslimah dan kata-katanya senantiasa terbayang di pikirannya. Rupanya Allah berkehendak memberinya hidayah. Maka, ia pun bertaubat nasuha dari segala kejahatannya di masa lampau saat menjadi seorang kriminal.

Setelah pertaubatannya, ia bertekad menekuni kuliah dan mulai menghafal Al Qur’an. Sebelum lulus dari kuliahnya, ia mampu menjadi hafizh Al Qur’an yang baik dan lancar. Setelah lulus dari S1, ia melanjutkan kuliah S2 di Kairo dengan jurusan Syari’ah.

Ketika menyelesaikan Program S3-nya, berkobarlah jihad di Afghanistan melawan mulhid (atheis) Uni Soviet. Ia pun bergabung bersama Dr. Abdullah Yusuf Azzam. Ia berharap dirinya mampu berkontribusi membantu saudaranya yang sedang dijajah Uni Soviet. Ia berada di medan jihad ini selama sembilan tahun. Bahkan, ia pula  yang menggantikan Dr. Abdullah Yusuf Azzam sebagai khatib shalat.

Pada usia 32 tahun, ia berkeinginan untuk menggenapkan separuh jiwanya, menikahi seorang perempuan muslimah shalihah. Namun, saat itu ia belum memiliki calon isteri yang akan dinikahinya. Ia pun memutuskan untuk meminta bantuan adiknya yang ada di Mesir untuk mencarikannya isteri. Dengan kepercayaan pada sang adik, ia mempercayakan seluruh proses pernikahan kepada adiknya ini.

Alhamdulillah, ia dinikahkan oleh adiknya secara wakalah atau perwakilan. Maka secara resmi ia telah mempunyai isteri. Namun, kini mereka berpisah jarak. Ia berada di Pakistan dan isterinya berada di Mesir. Dimintanya sang isteri untuk berangkat ke Pakistan menyusul dirinya. Dan berangkatlah sang isteri dengan naik pesawat dari Mesir.

Di airport Pakistan, ia menjemput isteri yang telah dinikahinya itu. Tentu saja sang pemuda belum mengetahui wajah isterinya itu. Maka ia hanya membawa papan yang bertuliskan namanya sendiri. Seorang perempuan bercadar menghampirinya.

“Assalamu’alaikum. Saya adalah isteri Anda,” sang perempuan bercadar itu menyapanya.

Maka merekapun pulang ke apartemen sang pemuda yang ada di Pakistan. Sepanjang perjalanan sang pemuda hanya diam. Mereka pun tidak saling berbincang. Mulut masing-masing serasa dikunci dengan rapat. Ketika di gedung apartemen, barulah mereka mulai berbicara. Sementara itu sang isteri tetap memakai cadarnya.

Pemuda ini, yang tidak lain adalah Dr. Abdur Razaq sendiri, bersama sang isteri masuk ke kamar. Selanjutnya, saya nukilkan secara utuh kisah ini dari buku ‘Indahnya Berbisnis Dengan Tuhan’ yang ditulis Ustadz Ayi Muzayini:

Saat berada di kamar, gadis itu membuka cadarnya. Abdur Razaq kaget bukan kepalang. Wajahnya seperti disambar halilintar. Sungguh ia sangat terkejut melihat wajah gadis itu. Bukan karena pesona kecantikan isterinya yang sangat menawan. Tetapi ternyata perempuan yang ada di depannya kini adalah gadis yang dulunya hendak ia perkosa bersama teman-temannya.

Awalnya suasana begitu tegang. Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari lidah Abdur Razaq. Sepertinya ia lebih berani untuk berhadapan dengan tentara paling sadis Uni Soviet dibanding berhadapan dengan perempuan. Tapi suasana mulai mencair setelah perempuan itu memeluknya erat-erat. Abdur Razaq mulai tersenyum dan menikmati hembusan wangi harum rambut isterinya. Ketika ia merasakan detak jantung isterinya yang semakin kencang, Abdur Razaq mendengar bisikan lembut bidadari di dekapannya…[1]

Isteriku, tidak perlu saya lanjutkan kisah ini. Insya Allah, hikmah utama atas kisah nyata ini bisa kita tangkap bersama. Bahwa Allah telah menetapkan jodoh seseorang dan, kadang, menunjukkan jalannya menemukan jodohnya itu dengan cara yang tidak kita duga.

Abdur Razaq muda yang sebelumnya ingin memperkosa sang perempuan, akhirnya malah menikahinya dengan jalan yang sangat indah dan sangat baik. Jauh dari kenistaan zina yang dulu pernah ingin dilakoninya. Meskipun, sebelumnya tidak ada yang akan mengira bahwa ia akhirnya akan menikahi perempuan itu.

Isteriku, siapa yang sebelumnya akan mengira bahwa kita, insya Allah, akan menikah dan menjadi sepasang suami isteri. Siapa yang menyangka bahwa seseorang yang teramat ‘asing’ bagimu, yang bahkan tidak terbetik di benakmu, datang kepadamu dan memintamu menjadi isterinya, menjadi ibu dari anak-anaknya, dan menjadi jodohnya di dunia dan akhirat. Dan orang itu adalah aku, orang yang jauh dari harapanmu tentang sosok suami idealmu.


[1] Indahnya Berbisnis Dengan Tuhan

5 thoughts on “Jodoh Dunia, Jodoh Akhirat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s