Petang Ramadhan Syawal

Shafwan bin Al Mu’athal dan Istrinya

Suatu ketika, isteri Shafwan bin Al Mu’aththal mengadu kepada Rasulullah. Shafwan adalah tokoh yang terlibat dalam peristiwa haditsul ‘ifk Ummul Mukminin Aisyah. Shafwan tertinggal rombongan karena kebiasaan tidurnya dan menemukan Aisyah yang tertinggal rombongan.

“Wahai Rasulullah, suamiku, Shafwan bin Al Mu’aththal memukulku jika aku mengerjakan shalat, dan membatalkan puasaku jika aku berpuasa, serta ia tidak mengerjakan shalat subuh hingga terbit matahari,” kata isteri Shafwan.

Ketika itu Shafwan berada di sisi Rasulullah. Beliau bertanya tentang apa yang dikatakan isterinya.

“Wahai Rasulullah,” kata Shafwan menjawab.

“Adapun ucapannya: ‘Ia memukulku ketika aku shalat’, karena ia membaca dua surat, padahal aku melarangnya.”

Rasulullah bersabda, “Seandainya satu surat saja, sudah cukup bagi manusia.”

“Adapun ucapannya: ‘Membatalkan puasaku,’ itu karena ia terus berpuasa padahal aku seorang pemuda dan aku tidak dapat menahan (syahwatku).”

Rasulullah lalu bersabda, “Seorang perempuan tidak boleh berpuasa kecuali dengan izin suaminya.”

“Adapun  ucapannya bahwa aku tidak mengerjakan shalat hingga matahari terbit, karena kami adalah keluarga yang telah diketahui mengenai hal itu, yang nyaris kami tidak bangun hingga matahari terbit.”

Beliau bersabda, “Jika engkau sudah bangun, maka shalatlah!”

9 thoughts on “Shafwan bin Al Mu’athal dan Istrinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s