Pernikahan Wedding Muslim

Pernikahan Ali bin Abi Thalib dan Tiga Shahabat Utama

Kali ini kami akan membahas sedikit kejadian yang menunjukkan bagaimana para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yang dibenci setengah mati oleh kaum Syi’ah, memperlakukan dan menolong Ali bin Abi Thalib dalam menyelenggarakan pernikahannya. Ali bin Abi Thalib sendiri adalah seorang pemuda yang miskin hingga merasa sungkan untuk meminang Fathimah pada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam meskipun Ali mencintai Fathimah. Rujukan yang digunakan adalah rujukan-rujukan utama Syi’ah.

Al Majlisi, juru bicara Syi’ah dalam soal cela mencela para Shahabat, dalam Jala’ Al ‘Uyun  jilid I halaman 169, meriwayatkan bahwa Abu Bakar bekata kepada Umar bin Khathab dan Sa’ad bin Abi Waqqash, “Ayo, mari kita pergi ke Ali ibn Abi Thalib untuk mendorongnya dan memaksanya agar meminta hal tersebut dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam (yakni menikahi Fathimah)! Jika dia enggan karena fakirnya, kita membantunya untuk itu.”

Sa’ad menjawab: “Hebat sekali yang engkau pikirkan.”

Akhirnya mereka pergi ke rumah Amirul Mukminin ‘Alaihi Sallam (maksudnya adalah Ali bin Abi Thalib). Tatkala mereka sampai, dia bertanya: “Apa gerangan yang membuat kalian datang kemari pada saat seperti ini.”

Abu Bakar menjelaskan: “Wahai Abu Hasan, tidak ada perkara kebaikan melainkan engkau telah mendahuluinya. Lalu apakah kiranya yang menghalangimu untuk meminta dari Rasullulah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam putrinya yang bernama Fathimah?”

Ketika Ali mendengar ucapan itu dari Abu Bakar, air matanya berderai dan membasahi pipinya. Dia berkata: “Engkau telah merobek lukaku, engkau telah mengingatkan dan mengobarkan angan-angan dan mimpiku yang telah lama aku sembunyikan. Siapa orang yang tidak ingin mempersuntingnya? Tetapi langkahku tertahan karena kefakiranku, aku merasa malu dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam jika aku mengucapkannya, sementara keadaanku seperti ini?”

Dalam Al Manaqib Al Khawarizmi dan Bihar Al Anwar, diriwayatkan Abu Bakar dan Umar kemudian mengupayakan pernikahannya, dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyetujui perkawinan ini. Di sini Utsman tidak mau ketinggalan, ia ingin ikut berperan dalam pernikahan ini karena mereka semua adalah bersaudara yang saling mencintai dan mengasihi.

Ali menceritakan peristiwanya sendiri: “Ketika aku menghadap Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk meminang Fathimah, beliau berkata, ‘Juallah baju besimu dan bawalah kemari uangnya, supaya aku bisa menyiapkan untukmu dan untuk putriku Fathimah apa yang membuat kalian bahagia.’”

Ali berkata: “Aku ambil baju besiku, aku bawa ke pasar dan aku menjualnya dengan harga 400 dirham hajariyah yang hitam kepada Utsman bin Affan. Setelah uangnya aku pegang dan baju besiku dipegang olehnya, dia berkata, ‘Hai Abul Hasan! Bukankah sekarang aku lebih berhak dengan baju besi ini dari pada dirimu dan engkau lebih berhak dengan uang itu dari pada diriku?’ Aku berkata: ‘Ya’. Dia berkata, ‘Sesungguhnya baju besi ini hadiah dariku untukmu.’ Lalu aku ambil baju dan uangnya, langsung menuju Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Sesampainya di sana aku letakkan baju dan uangnya di hadapan beliau, lalu aku ceritakan kebaikan Utsman, maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendo’akannya dengan kebaikan.”

Dari sini kita memahami bahwa pernikahan Ali bin Abi Thalib dibiayai oleh Utsman bin Affan sepenuhnya sebagai hadiah.

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menerima uang dirham itu dengan kedua tangannya dan diberikannya kepada Abu Bakar Radhiallahu ‘Anhu dengan mengatakan: “Belikan untuk Fathimah apa yang membuatnya baik, dari pakaian dan perabotan rumah.”

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyertakan Ammar ibn Yasir dan beberapa sahabatnya untuk menemani Abu Bakar. Di pasar mereka menawar hal-hal yang bagus dan mereka tidak membelinya melainkan setelah menyodorkannya kepada Abu Bakar dan Abu Bakar menganggapnya bagus . Setelah pembelian selesai, Abu Bakar membawa sebagian barang dan sisanya dibawa oleh para sahabat lain yang bersamanya. Demikian disebutkan dalam Al Amali, Al Manaqib, dan Jala’ Al ‘Uyun .

Tidak hanya itu, Abu Bakar, Umar, dan Utsman Radhiallahu ‘Anhu menjadi saksi dalam pernikahan yang diberkahi ini.

Anas Radhiallahu ‘Anhu berkata: “Saya berada di sisi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kemudian beliau didatangi wahyu, setelah beliau selesai menerima wahyu beliau berkata kepadaku, ‘Ya Anas! Apakah engkau mengerti apa yang dibawa kepadaku oleh Jibril ‘Alaihi Sallam dari Pemilik Arsy?’ Saya berkata:’Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui’ Beliau bersabda, ‘Saya diperintahkan untuk menikahkan Fathimah dengan Ali. Pergilah dan panggillah Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Thalhah, Az Zubair dan sebanyak bilangan mereka dari kaum Anshar.”

Anas berkata: “Maka saya berangkat mengundang mereka untuk Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Tatkala mereka duduk di majlis Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata –setelah bertahmid kepada Allah- : ‘Kemudian sesungguhnya aku mempersaksikan kepada kalian bahwa aku telah mengawinkan Fathimah dengan Ali dengan mahar 400 dirham, satu mitsqal perak.’”

Demikian disebutkan dalam Kasyf Al Ghummah, jild I, halaman 348, dan Bihar Al Anwar jilid I hal 47-48.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s