Kafilah Dakwah

Kalau Bukan Karena Cinta

Kalau bukan karena cinta, maka lidah ini hanya akan kelu. Tiada kata terucap. Tiada getaran di tenggorokan yang menyebarkan gema indah dalam tabung pita-pita suara. Hanya kelu dan bisu yang menyapu seluruh suasana kelabu. Mungkin sendu. Mungkin juga pilu.

Kalau bukan karena cinta, tentu lidah ini akan setajam pisau. Menyayat hati tanpa rasa bersalah dan empati.  Tentu sudah banyak caci dan makian mengguncang dunia. Tentu banyak telinga yang merah dan wajahnya. Tentu banyak ungkapan batu yang keras dan pedas. Kasarnya kata juga selalu biasa. Karenanya kelembutan tercipta dalam ramah dan tamah kepada siapa yang memberi sumpah dan serapah sampah.

Kalau bukan karena cinta, tentu hanya logika yang bekerja. Tiada rasa. Tiada perasaan. Tiada emosi. Semua diukur dalam pandangan pragmatis belaka. Melihat siapa yang untung dan siapa yang buntung. Asalkan bukan diri yang mengukir rugi, semua bisa diambil. Tiada visi dengan hati. Hanya sekedar obsesi dengan tujuan materi.

Kalau bukan karena cinta, tentu api-api di hati telah wujud nyata di bumi. Membakar para terlaknat yang bahkan tiada merasa tersesat. Bahkan mengajak selainnya untuk ikut beranjak merusak indahnya dunia fana. Tentu saja tangan ini telah mengepal pedang dan parang. Membabat semua perusak itu. Tentu desingan peluru dari AK-47 telah menghiasi langit bumi. Tentu dentuman dan lontaran RPG menjadi menu makan siang dan malam.

Kalau bukan karena cinta, tentu banyak wanita menjadi janda. Langit-langit dipenuhi harum dupa dari selongsong peluru yang terlontar berirama. Jelaslah kumpulan anak-anak itu hanyalah anak-anak tanpa ayah dan bunda. Hanya menangis meratapi nasib dunia yang tiada seindah sejuk embun di ujung ilalang pagi.

Kalau bukan karena cinta, tentu tangis terus menggema di seluruh penjuru angkasa. Ribuan nyawa mengaku berputus asa dan obatnya adalah memutus nyawa. Jutaan bahkan milyaran manusia lapar hanya masuk berita pagi dan sorenya artis cerai. Koran-koran dan tivi dipenuhi berita pernikahan anaknya si Anu.

Kalau bukan karena cinta, tentu tidur adalah aktifitas paling membanggakan semua ummat. Tiada perlu empati pada manusia. Tiada perlu simpati. Tidak perlu merasa bertanggung jawab akan situasi diri dan negeri. Tinggal duduk menanti ajal menyapa di kala terbuai mimpi. Menjadi manusia apatis yang sesekali meringis membaca kisah-kisah sok romantis. Tidak perlu baju rapi necis nan klimis sekedar menyedapkan hari-hari Senin dan Kamis.

Kalau bukan karena cinta, buat apa nonton berita Palestina. Bukannya ada film Amerika? Buat apa pula mencari kabar dari Sudan, Somalia, Ethiopia, Moro, Thailand, Iraq, Iran, Khasmir, Chechnya, Pakistan, Mesir dan Indonesia. Bukankah Inggris, Perancis dan Jepang sudah cukup membuat pikiran menjadi lapang?

Kalau bukan karena cinta…………

One thought on “Kalau Bukan Karena Cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s