Takbiratul Ihram Shalat

Makna Jenazah

Imam Nawawi berkata: “Kalimat: ‘Janazah’ diambil dari kalimat (Janaza = جنز). Kalimat tersebut dipergunakan apabila jenazah orang yang meinggal telah ditutupi kain kafan. Hal ini telah diterangkan oleh Ibnu Faris dan ulama-ulama lainnya. Sedangkan Fi’il Mudhari’ (kalimat yang menunjukkan pada waktu yang tengah berlangsung) dari kalimat Janazah adalah (Yajnizu = يجنز). Dengan memberikan tanda kasrah pada huruf nun. Kalimat (janazah = جنازة) sendiri dapat mempergunakan kasrah dan fathah pada huruf jim (jinaazah atau janaazah).

Akan tetapi, penggunaan kasrah akan lebih baik (jinaazah). Ada sebagian ulama yang mengatakan penggunaan fathah (janaazah) hanya untuk orang yang telah dicabut nyawanya saja. Sedangkan penggunaan kasrah (jinaazah) hanya untuk tandu pembawa mayat. Akan tetapi, ada sebagian ulama yang berpendapat sebaliknya. Susunan ini diterangkan oleh pemilik kitab “Al Mathaali’”. Kata plural dari kalimat ‘janaazah’ atau ‘jinaazah’ adalah (janaaiz = جنائز). Dan tidak ada pendapat lagi selain ini.[1]

Para ulama tersebut mengatakan bahwa kalimat (An Na’syu = النعش) yang memiliki arti keranda, tidak akan dipergunakan, kecuali untuk tempat yang biasa dipergunakan untuk mengusung jenazah orang yang telah meninggal.

 Syaikh Muhammad Bayumi

[1] Anda dapat melihatnya pada “Syarh an Nawawi” atas kitab: “Shahih Muslim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s