Kitab Kuning

Tulislah Wasiat Sebelum Meninggal

Sebaiknya, hamba Allah mempercepat penulisan wasiat. Hal tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam: “Tidak selayaknya seorang muslim yang menginap sebanyak dua malam. Kemudian, ia memiliki sesuatu untuk diwasiatkan, kecuali mencatat wasiatnya tersebut di dekat bagian kepalanya (bantal).” Kemudian, Ibnu Umar berkata: “Semenjak aku mendengarkan sabda Rasulullah tersebut, aku tidak melewati malam-malamku. Kecuali, aku telah memiliki wasiat.”[1]

  • Dan disunnahkan bagi orang yang memberikan warisan untuk memberikan wasiat kepada kerabatnya yang tidak mendapatkan hak waris. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah: “Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk ibu-bapak dan karib kerabatnya secara ma’ruf. (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa.”[2]

Akan tetapi, hendaknya wasiat ini tidak lebih dari sepertiga harta yang hendak diwariskan. Bahkan, akan lebih baik lagi apabila kurang dari satu per tiganya. Dalam kitab “Shahihain” dikatakan bahwa Sa’ad bin Abi Waqqash berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki harta yang berlimpah. Tidak ada satu-pun yang menjadi pewaris hartaku. Kecuali, putriku semata wayang. Apakah aku harus mewasiatkan tiga per dua harta tersebut?” Maka, Rasulullah-pun menjawab: ‘Tentu saja tidak.” Kemudian, Sa’ad bin Abi Waqqash bertanya lagi: “Dengan setengah harta tersebut?” Rasulullah-pun menjawab: ‘Bukan”,

Sa’ad bertanya lagi: “Mungkin dengan satu per tiga hartaku?’ Maka Rasulullah menjawab: “Ya, satu per tiga. Dan itu-pun lebih dari banyak.” Kemudian, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam meneruskan: “Wahai Sa’ad, lebih baik kamu membiarkan ahli warismu dalam keadaan kaya. Dari pada kamu membiarkan mereka miskin dan meminta-minta kepada orang lain.” Dalam kitab “Shahih Bukhari” disebutkan bahwasanya Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma berkata: “Seandainya manusia memberikan kurang dari satu per tiga sampai satu per empat, maka Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam akan berkata: “Satu per tiga. Itu-pun, sudah lebih dari banyak.”

  • Kedua orang tua dan para kerabat yang mendapatkan hak waris dari orang yang mewasiatkan tidak sah mendapatkan wasiat. Karena, hukum kebolehan mereka telah dihapus oleh ayat waris. Dan Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam sendiri telah menerangkan masalah ini dengan sangat terperinci pada saat khutbah haji wada’. Pada saat itu, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah telah memberikan hak kepada orang yang berhak mendapatkannya. Oleh karena itu, tidak ada wasiat bagi orang yang mendapatkan hak waris.”[3]
  • Dan diharamkan melakukan wasiat yang membahayakan pihak-pihak tertentu, seperti: mewasiatkan agar harta yang dimilikinya tidak boleh diberikan kepada para pewarisnya. Atau, mengutamakan sebagian ahli waris dibanding ahli waris yang lainnya. Dan seandainya orang yang mewariskan tersebut masih tetap melakukan hal tersebut, maka wasiatnya dianggap tidak sah dan tidak dapat diterima. Hal tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam: “Barang siapa yang membuat-buat sesuatu yang baru dalam ajaran kita. Padahal, sesuatu tersebut bukan bagian dari ajaran kita. Maka, tidak dapat diterima.”[4]
  • Seorang muslim hendaknya menghitung jumlah harta dan hak yang harus diberikannya dalam wasiat. Di samping, berbagai hal yang berhubungan dengan amanat dan wasiat. Sehingga, hak orang-orang tidak hilang begitu saja di tangannya. Dan ia akan menanggung dosa hak-hak yang hilang tersebut.
  • Sebaiknya seorang Muslim memberikan wasiat terhadap keluarganya untuk bertakwa dan taat kepada Allah. Selain itu, seorang muslim hendaknya juga memberikan wasiat kepada keluarganya untuk melaksanakan berbagai kewajiban dan meninggalkan hal-hal yang diharamkan oleh Allah. Tidak menjerit-jerit ketika dirinya meninggal, memukul-mukul pipi, menyobek pakaian dan mengucapkan hal-hal yang akan membuat murka Allah.
  • Ketika berwasiat, seorang muslim dianjurkan untuk menghadirkan dua orang saksi yang adil. Dengan harapan, isi wasiatnya tidak akan dirubah atau diganti ketika dirinya telah meninggal dunia.
  • Ketika berwasiat, dianjurkan untuk memulainya dengan bacaan basmalah yang diiringi oleh bacaan hamdalah. Setelah itu, mengucapkan shalawat kepada nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wasallam. Untuk selanjutnya membaca seperti ini: “Ini merupakan wasiat seorang fakir yang merindukan pengampunan dari Tuhannya.” Kemudian, hendaknya orang tersebut meneuskan: “Dan pada saat membuat wasiat ini, saya dalam kondisi sehat; baik secara fisik maupun mental.

Saya berwasiat dengan bersaksi bahwa sessungguhnya tidak ada Tuhan selain Allah yang maha esa. Tidak ada ada sekutu baginya. Dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Keberadaan surga itu benar dan neraka juga benar. Dan hari kiamat pasti akan datang. Dan Allah akan membangkitkan siapa saja yang berada di dalam kubur.

Wasiat saya yang pertama ditujukan untuk keluarga dan keturunan saya adalah: Bertakwalah kalian kepada Allah Subhaanahu Wata’aala, dengan melakukan seluruh perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Melaksanakan shalat lima waktu, memegang teguh dan mempertahankan ajaran agama Islam, menjaga tali silaturahmi dan kekerabatan di antara kalian. Dan ketahuilah, bahwa dunia ini akan mendekati kiamat. Dan kebahagiaan akan ditemukann ketika bertemu Allah Subhaanahu Wata’aala. Dan Allah juga merasa senang ketika bertemu dengan hambanya tersebut.” Setelah itu, barulah ia menyebutkan sisa wasiatnya.

Syaikh Muhammad Bayumi

____

[1] HR. Muttafaq ‘Alaihi

[2] QS. Al Baqarah: 180

[3] Hadits Hasan yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Tirmidzi dan Baihaqi.

[4] HR. Muttafaq Alaihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s