jenazah

Setelah Datangnya Kematian

Seandainya kematian seseorang dapat diyakini secara hukum. Sehingga, dalam keputusan medis, ruh orang tersebut telah dibuktikan meninggalkan jasadnya secara sempurna. Maka, bagi orang-orang yang menghadiri kematian tersebut, mereka diwajibkan untuk melakukan beberapa hal tertentu:

Pertama: Menutupkan kedua matanya dan mendoakannya. Hal tersebut sesuai dengan sebuah hadits yang datang dari Ummu Salamah Radhiyallahu ‘Anha, ia berkata: “Rasulullah Shallalâhu ‘Alaihi Wa Sallam menemui Abu Salamah. Pada saat itu, pandangannya telah kabur.[1] Maka, Rasulullah-pun berkata: “Ketika ruh manusia dicabut, maka pandangan mata akan mengikutinya.” Seketika itu juga, keluarganya menjerit histeris. Kemudian, Rasulullah Shallalâhu ‘Alaihi Wa Sallam melanjutkan kembali perkataannya: “Janganlah kalian mendoakan diri kalian, kecuali dengan yang baik-baik. Karena para malaikat akan mengamini apa yang kalian ucapkan.” Kemudian, Rasulullah melanjutkan kembali perkataannya: “Ya Allah, ampunilah Abu Salamah dan angkatlah derajatnya ke dalam golongan orang-orang yang mendapatkan petunjuk. Dan ampunilah seluruh dosa yang telah dilakukannya di masa lalu. Ya Allah, Tuhan semesta alam, ampunilah kami dan dia. Luaskanlah ia di alam kuburnya dan berikanlah cahaya di dalamnya.[2]

Imam Nawawi berkata: “Perkataan Rasulullah: “Maka tutupkanlah” merupakan dalil dianjurkannya menutupkan mata orang yang telah meninggal. Dan para ulama muslimin telah bersepakat dalam menanggapi perkara tersebut. Mereka berkata: “Hikmah dibaliknya agar wajah si mayat tidak terlihat buruk ketika matanya tidak ditutupkan.[3]

Dan sudah seyogyanya untuk menutup seluruh tubuh dan wajah orang yang meninggal. Dari Aisyah Radhiyallahu ‘Anha bahwasanya Rasulullah Shallalâhu ‘Alaihi Wa Sallam ketika meninggal dunia ditutupi dengan kain.”[4]

Dan diperbolehkan mencium wajah orang yang meninggal. Dari Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, bahwasanya Abu Bakar Radhiyallahu ‘Anhu masuk ke dalam rumahnya. Kemudian, ia melihat jasad Rasulullah Shallalâhu ‘Alaihi Wa Sallam yang tertutup kain. Kemudian, ia membukakan daerah wajahnya, sedikit membalikkannya dan kemudian menciumnya.”[5]

Adapun hikmah dibalik menutupi orang yang telah meninggal adalah untuk menjaganya agar tidak tersingkap dan menutupi auratnya.

Kedua: Kerabat dan keluarga orang yang meninggal hendaknya bersabar dan rela dengan ketentuan Allah. Menyerahkan segala keputusan kepada Allah dan kembali kepada kehendak-Nya. Allah berfirman dalam al Quran: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah. Mereka mengucapkan: “Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun.” Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya. Dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”[6]

Rasulullah Shallalâhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Seorang muslim yang tertimpa suatu musibah, kemudian berkata: Sesungguhnya kami hanya milik Allah dan akan kembali kepada Allah. Oleh karena itu, berikanlah pahala atas semua musibah yang aku terima. Dan tinggalkanlah sisi baik dari musibah tersebut. Niscaya Allah akan meninggalkan sisi baik dari musibah tersebut.”[7]

Dari Usamah bin Zaid Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: “Pada saat itu, kami tengah berada bersama Rasulullah, Muhammad Shallalâhu ‘Alaihi Wa Sallam. Kemudian, salah seorang putri Rasulullah mengutus seseorang untuk memanggil dan mengabarkan kepada Rasulullah bahwa putranya yang masih kecil dalam keadaan sakaratul maut. Maka, Rasulullah Shallalâhu ‘Alaihi Wa Sallam pun berkata: “Kembalilah kepadanya. Katakan kepadanya sesungguhnya Allah tidak akan mengambil dan memberi sesuatu. Karena segala sesuatunya telah ditentukan oleh Allah. Maka, katakanlah kepadanya untuk bersabar dan menanti balasan dari Allah.”[8]

Rasulullah Shallalâhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Bersabarlah ketika menghadapi hantaman musibah pertama kalinya.”[9]

Rasulullah Shallalâhu ‘Alaihi Wa Sallam juga bersabda: “Sesungguhnya Allah akan meridhoi seorang mukmin yang bersabar dan mengharap pahala-Nya, ketika orang yang dicintainya meninggal dunia. Dan memberikan kepadanya balasan surga.[10]

Syaikh Muhammad Bayumi

_______

[1] Dikatakan pandangan orang yang tengah sakaratul maut telah memudar. Artinya, seseorang yang melihat sesuatu. Akan tetapi, ia tidak terfokus pada pandangannya tersebut.

[2] HR. Muslim

[3] Lihat: “Syarh an Nawawi ‘Ala Shahih al Muslim”, (6/462)

[4] HR. Muttafaq ‘Alaihi

[5] HR. Bukhari

[6] QS. Al Baqarah: 155-157

[7] HR. Muslim

[8] HR. Muttafaq ‘Alaihi

[9] HR. Muttafaq ‘Alaihi.

[10] Hadits Hasan yang diriwayatkan oleh Nasa’I dari Abdullah bin Amr Radiallahu ‘Anhu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s