Apakah Iblis Adalah Golongan Malaikat?

Allah ta’ala berfirman,

(وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ)

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” [Surat Al-Baqarah 34]

Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya mengatakan,  “Ketika Allah ta’ala memerintahkan para malaikat untuk sujud kepada Adam,  maka Iblis pun termasuk dalam perintah itu. Karena meskipun Iblis bukan dari golongan malaikat,  namun Iblis menyerupai mereka dan meniru tingkah laku mereka. Oleh karena itu, Iblis termasuk dalam perintah yang ditujukan kepada para malaikat, dan dia tercela atas pelanggaran yang dia lakukan terhadap perintah-Nya.”

Ia mengibaratkan bahwa setiap bejana akan menumpahkan segala isinya,  dan di saat butuh maka tabiat pun bisa mengkhianati kebiasaannya. Maksudnya bahwa kondisi Iblis adalah ia dahulu bersama malaikat dalam suatu kondisi, dalam rangka beribadah kepada Allah, dan di saat berikutnya ia menyalahi kebiasaannya dengan menyalahi perintahNya.

Di dalam surat Al Kahfi ayat 50 Allah berfirman,

(وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ ۗ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ ۚ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا)

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.”

Ibnu Katsir menyatakan bahwa ketidakmauan Iblis untuk sujud adalah  bentuk pengkhianatan atas asal kedudukannya.

Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfuri dalam catatan kakinya atas Tafsir Ibnu Katsir mengatakan bahwa asal kedudukan Iblis adalah setara dengan malaikat,  sehingga ia samasama terkena perintah untuk sujud kepada Adam. Dengan pembangkangannya maka ia berkhianat terhadap asal kedudukannya.

Sebagaimana kita pahami bahwa asal malaikat adalah diciptakan dari cahaya,  iblis dari nyala api murni, dan Adam diciptakan dari tanah.

Ath Thabari,  meriwayatkan bahwa Hasan Al Bashri berkata,  “Iblis sama sekali bukan golongan malaikat, dan ia benarbenar nenek moyang jin, sebagaimana Adam alaihis salam adalah benarbenar nenek moyang manusia.”

Masih dalam Tafsir Ath Thabari, diriwayatkan oleh Muhammad bin Ishaq bahwa Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhu berkata,  “Sebelum Iblis melakukan perbuatan maksiat,  dia termasuk dalam golongan malaikat,  namanya adalah Azazil,  dia termasuk penduduk Bumi. Dia termasuk dalam jenis malaikat yang paling bersungguh-sungguh dalam beribadah dan paling banyak memiliki ilmu. Hal itulah yang mendorongnya untuk menyombongkan diri, dan ia berasal dari negeri yang disebut Jinn.”

PKJ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s